Inilah Berita Wisata Seks & Mayat Backpacker di Koper -->
Log In

Inilah Berita Wisata Seks & Mayat Backpacker di Koper

Sunday, November 24, 2019, 3:06 AM
Grace Millane, backpacker asal Inggris, yang tewas mengenaskan. (Foto: BBC)  
Internasional, idnews.co - Dalam sepekan, pemberitaan kasus backpacker perempuan yang tewas dengan tragis mencuri perhatian sekaligus memunculkan kaitan dengan wisata seks dan aplikasi pencari kencan Tinder. seperti dilansir  detikTravel dalam berita populer pekan ini.



Grace Millane, turis 21 tahun asal Inggris, sedang berlibur secara backpacking di Selandia Baru saat menemui ajalnya pada Desember tahun lalu. Ia diduga kuat tewas di tangan teman kencan Tinder-nya. Jenazah Grace ditemukan disimpan di dalam koper dan terkubur di dalam hutan.

Hasil otopsi mengungkap Grace meninggal akibat tercekik saat berhubungan seks. Seorang pria telah ditangkap polisi. Kisah ini kembali mencuri perhatian dunia pada November 2019 karena pria yang didakwa membunuhnya sedang disidang.

Jika ditelusuri, aktivitas turis mencari kencan lewat aplikasi Tinder sebelumnya juga sudah beberapa kali berujung maut. Turis Selandia Baru Warriena Wright, misalnya, yang tewas saat sedang liburan di Australia pada tahun 2014.

Warriena tewas setelah jatuh dari lantai 14, tempat apartemen Gable Tostee yang merupakan teman kencannya. Mereka baru saja kopi darat usai janjian lewat Tinder.

Pada tahun 2018 di Jepang, justru warga lokal yang jadi korban. Saki Kondo dimutilasi secara sadis oleh turis Amerika Serikat bernama Yevgeniy Vasilievich Bayraktar setelah keduanya juga jumpa di Tinder.

Kejadian tragis itu bukan cuma menegaskan pemanfaatan teknologi secara keliru bisa berdampak negatif dan berujung maut, tapi juga bahwa wisata seks adalah hal yang amat nyata. Perkara pemuasan birahi bisa saja bercampur dengan urusan jalan-jalan liburan.

Hal itu pula yang membuat sejumlah negara di dunia bisa identik dengan kegiatan aktivitas malam seperti wisata seks. Republik Dominika, misalnya. Pada satu waktu, wisata seks pernah jadi andalan di negara ini. Kini mereka sudah berusaha mengubahnya.

Masyarakat Republik Dominika, mulai dari aktivis kemanusiaan, pendeta gereja, pengusaha, pelaku wisata, hingga pemerintah kotanya, kini bersatu-padu ingin memoles kualitas pariwisatanya agar tak lagi jadi destinasi wisata seks.

Yang menarik, tren serupa terjadi pula di belahan dunia lain. Pattaya di Thailand, misalnya. Jika Pattaya selama ini dikenal sebagai destinasi wisata seks, aktivitas prostitusi kini mulai 'dibersihkan'.
Sign out

TerPopuler